PURWOKERTO – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto berkomitmen mengakselerasi peningkatan status akreditasi institusi menuju peringkat "Unggul". Langkah strategis ini dilakukan dengan memperkuat sistem manajemen terintegrasi dan tata kelola universitas yang adaptif.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama UNU Purwokerto, Drs. KH. Akhsin Aedi Fanani, M.Ag., saat ditemui di Kampus UNU Purwokerto, Senin (20/04/2026).

Akhsin menyampaikan poin-poin strategis hasil partisipasi delegasi UNU Purwokerto dalam kegiatan LLDIKTI Wilayah VI yang bertajuk optimalisasi Manajemen Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Tata Kelola Adaptif Angkatan 2.
"Kegiatan ini berdampak krusial bagi persiapan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) kami. Kolaborasi utuh sangat diperlukan untuk meraih predikat Unggul. Tantangan utama saat ini adalah pengintegrasian sistem yang harus dilakukan secara menyeluruh, " ujar Akhsin mengutip laporan delegasi.
Dalam forum yang digelar di Purbalingga tersebut, UNU Purwokerto mengirimkan delegasi utama yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., dan Ketua LP3M, Dr. Indah Sulistiyawati, S.Si. Forum ini diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Jawa Tengah Regional 3.
Dua narasumber dari institusi yang telah meraih predikat Unggul menjadi pemateri utama, yakni Dr. Ir. Aman Suyadi, M.P. dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Muji Setiyo dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).
Dalam paparannya, Dr. Aman Suyadi menekankan pentingnya tata nilai "BAIK" (Budaya Mutu, Akhlak Mulia, Inovatif, dan Kolaboratif) serta implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
Sementara itu, Muji Setiyo menggarisbawahi kriteria baru akreditasi berdasarkan PerbanPT Nomor 35 Tahun 2025, yang menuntut bukti implementasi konsisten minimal selama tiga tahun, bukan sekadar kelengkapan dokumen.
Menanggapi materi tersebut, UNU Purwokerto melalui LP3M berencana memfokuskan penguatan pada siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) untuk melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti).
"Kami akan mengoptimalkan relevansi pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat agar sejalan dengan kebutuhan industri, sekaligus memastikan akuntabilitas tata kelola kampus yang transparan, "
"Dengan Kegiatan itu UNU Purwokerto mempersiapkan AIPT dan memperbaiki kelemahan sistem yang belum terintegrasi secara utuh. Dengan mengadopsi best practice dari PT yang sudah unggul, menerapkan kurikulum OBE, memperkuat budaya mutu (SPMI), dan memenuhi kriteria baru PerbanPT 2025, " pungkasnya.
(Djarmanto-YF2DOI)
