Mahakarya Cinta Sang Peserta BPJS TK, Zakat Penyuci Jiwa di Ambang Syiar Langit

    Mahakarya Cinta Sang Peserta BPJS TK, Zakat Penyuci Jiwa di Ambang Syiar Langit
    Mahakarya Cinta Sang Peserta BPJS TK, Zakat Penyuci Jiwa di Ambang Syiar Langit

    Banyumas - Di bawah naungan langit Selasa (21/04/2026) yang khidmat, bertepatan dengan hembusan semangat emansipasi RA Kartini ke-147, sebuah simfoni kemanusiaan bergema dari sanubari Nur Khasanah.

    Ia bukan sekadar sosok yang ditinggalkan, melainkan pejuang ketabahan yang memilih jalan cahaya untuk menyempurnakan perjalanan terakhir belahan jiwanya, Ust. Asron.

    ​Masih segar dalam ingatan, bagaimana Ust Asron menghembuskan napas terakhirnya dalam "pelukan" dakwah.

    Sang mujahid ini berpulang tepat saat lisan sucinya menggetarkan mimbar, menyampaikan kebaikan-kebaikan, keimanan, ketakwaan, dan  syiar zakat dalam kultum subuh yang syahdu.

    Kini, Nur Khasanah melanjutkan estafet militansi itu.

    Dengan tangan yang teguh, ia menyerahkan zakat sebesar 2, 5?ri santunan Jaminan Kematian (JKM) senilai Rp42.000.000 yang diterimanya,  kepada UPZ An Nur Purwokerto Barat.

    ​Doa mengalir dari lisan Ulama juga Amil, ​Di tempat terpisah, Pembina dan Penasihat UPZ An Nur, Ust. Daryanto, saat dikonfirmasi awak media membenarkan pelaksanaan kegiatan suci tersebut. Dengan nada yang sarat akan ketulusan spiritual, beliau menyampaikan doa mendalam dalam bahasa kalbu,  

    ​"Ditampi artone, mugi dados amal ibadah ingkang dipun tampi Allah SWT. Mugi-mugi dados pembersih harta sanesipun, dados lantaran rizqinipun tambah berkah, saged nebihaken saking bilai, bilai dunya bilai akhirat, lan saged nylametaken teng dunya ugi akhiratipun. Mugi Allah SWT nambahaken ni'mat keslametanipun, kesehatanipun, rizqi ingkang luas halal barokah, lan sedaya hajatipun dipun kobul Allah SWT. Aamin ya Robbal'alamiin."

    ​Mengukir terima kasih diatas takdir, ​Kehadiran Sri Wakhyuni, Bendahara UPZ An Nur, menjadi saksi bisu penyerahan amanah ini. Dalam keikhlasannya, Nur Khasanah menitipkan permohonan maaf sedalam samudera bagi suaminya kepada keluarga besar UPZ An Nur, para muzaki, hingga relawan.

    ​Secara khusus, apresiasi setinggi langit dihantarkan kepada Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto beserta jajaran Kepala bagian dan star, serta Perisai Purwokerto Barat. 

    Berkat dedikasi mereka, semua proses klaim JKM bagi peserta sektor informal (BPU) ini berjalan bak air yang mengalir, memberikan kepastian nyata di tengah badai duka.

    Seruan bombastis,  Perlindungan adalah harga mati atau final tanpa tawar menawar lagi. ​Seolah menjadi corong terakhir dari wasiat tak tertulis suaminya, Nur Khasanah memberikan imbauan menggelegar bagi seluruh pekerja mandiri di seluruh wilayah Kabupaten  Banyumas,

    "Jangan buang waktu! Jangan tunda sedetik pun!" serunya. Ia menjadi saksi hidup bahwa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, minimal dengan program JKK dan JKM syukur dilengkapi dengan JHT, itu bukan sekadar kewajiban, melainkan "Segudang Manfaat" yang mampu menuntaskan urusan duniawi yang ditinggalkan.

    Satu demi satu beban terangkat, membuktikan bahwa perlindungan adalah wujud kasih sayang yang nyata bagi keluarga yang ditinggalkan.
    ​Zakat Terbayar, Amanah Tertunaikan, Surga Merengkuh Sang Pejuang.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    banyumas bpjs tk
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Entry Meeting Evaluasi Zona Integritas,...

    Artikel Berikutnya

    Jajaki Kerja Sama, Kasubsi Giatja Lapas...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pangdam Siliwangi: Media Wajib Lawan Hoaks Demi Stabilitas Nasional
    Magang Nasional Batch I Ditutup, Kemnaker Perkuat Sertifikasi Kompetensi dan Akses Kerja
    MTsN 3 Banyumas Jemput Siswa Baru, Transparansi, Pelayanan, dan Harapan Generasi Hebat
    Bapas Purwokerto Gelar Kerja Bakti, Ciptakan Lingkungan Kantor Bersih dan Nyaman
    Lapas Narkotika Purwokerto Perkuat Sinergi Melalui Program Desa Binaan di Desa Kedung Wringin

    Ikuti Kami