Purwokerto – Suasana khidmat menyelimuti Masjid At Taqwa di dalam kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Purwokerto pagi ini, Rabu (18/02/2026).
Ratusan warga binaan tampak duduk bersimpuh secara berkelompok, bukan untuk menjalani pemeriksaan, melainkan untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan mempelajari metode Iqra.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian unggulan yang diselenggarakan atas sinergi antara Lapas Narkotika Purwokerto dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Yudi Suhartono, menyampaikan kerja sama ini bertujuan untuk memberikan bekal spiritual yang kuat bagi para warga binaan agar mereka memiliki pondasi moral yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti. Penyuluh dari Kemenag Banyumas hadir secara rutin untuk memberikan bimbingan teknis membaca Al-Qur'an yang tajwidnya benar, serta memberikan pemahaman dasar keislaman.
"Kami ingin saudara-saudara kita di sini tidak hanya menjalani masa hukuman secara fisik, tetapi juga mengalami 'hijrah' secara batin. Membaca Al-Qur'an adalah terapi terbaik untuk menenangkan jiwa, " ujarnya
Ada pemandangan menarik dalam kegiatan kali ini. Proses belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh petugas dan penyuluh, tetapi juga dibantu oleh peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Para peserta magang ini terjun langsung mendampingi warga binaan yang masih berada di level dasar (Iqra).
Kehadiran anak muda ini memberikan energi positif dan suasana yang lebih cair. Dengan penuh kesabaran, mereka menyimak satu per satu pelafalan huruf hijaiyah dari para warga binaan yang usianya jauh lebih tua dari mereka.
Bagi para warga binaan, kegiatan ini adalah oase di tengah rutinitas lapas. Banyak dari mereka yang sebelumnya sama sekali tidak bisa membaca huruf Arab, kini mulai lancar mengeja Iqra, bahkan beberapa di antaranya sudah mulai menghafal surat-surat pendek (Juz Amma).
"Dulu saya buta huruf hijaiyah, tapi berkat bimbingan bapak-bapak Kemenag dan peserta magang, sekarang saya sudah mulai masuk ke Al-Qur'an. Rasanya lebih tenang, " ungkap salah seorang warga binaan.
Lapas Narkotika Purwokerto menegaskan bahwa program ini akan terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya. Harapannya, lapas bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan menjadi lembaga pendidikan spiritual yang mencetak pribadi baru yang lebih religius dan berakhlak mulia.
(Humas Elkapur)
